Kasus Yang Menimpa Siti Aisyah Sudah Aneh Sejak Awal

Ini adalah teori yang paling lemah. Tidak mudah bagi Korea Utara untuk menjalin hubungan persahabatan dengan pihak lain. Apalagi hubungan kejahatan.

Sementara teori pembunuhan politik varian B menyebutkan bahwa mastermind pembunuhan adalah pihak lain di luar Korea Utara. Tingkat kemungkinan teori ini sangat tinggi. Bukan tidak mungkin memang ada upaya untuk semakin menyudutkan Korea Utara yang ketika itu masih “membandel”.

Dulu Diam adalah Emas

Pihak Korea Utara sejak kasus tersebut muncul ke permukaan berusaha memberikan tanggapan. Sejauh yang saya perhatikan, upaya itu kurang mendapat sambutan.

Drama sudah kadung memenuhi ruang publik. Drama adalah apa yang dicari-cari. Peristiwa yang biasa saja, apa adanya, kurang diminati.

Di Jakarta, saya berusaha meyakinkan Dubes Korea Utara, An Kwang Il, untuk mau memberikan pernyataan mengenai kasus ini.

Berkali-kali ia menolak permintaan saya. Dia tidak mau pernyataannya akan digunakan untuk semakin memojokkan posisi negaranya.

Kepada Dubes An saya berkata, dulu diam adalah emas. Tetapi hari ini, kalau Anda memilih terlalu diam, pihak lain yang akan bercerita tentang diri Anda. Cerita yang sesuka hatinya.

Akhirnya Dubes An setuju. Wawancara kami lakukan di Kedubes.   

Saya menanyakan sejumlah hal, mulai dari hubungan Korea Utara dan Malaysia yang terganggu karena kasus ini, juga soal apakah benar jatidiri warganegara Korea Utara yang meninggal dunia di KLIA itu adalah seperti yang disebutkan oleh frame umum yang sudah tersebar luas dan digemari masyarakat dunia.

Dubes An mengatakan, Malaysia dan Korea Utara harus bekerjasama dengan baik sehingga menjadi jelas apa penyebab kematian warganegara Korea Utara itu.

Dia menambahkan, yang tewas di KLIA itu adalah Kim Chol, seorang diplomat Korea Utara yang sudah seminggu sebelumnya berada di Malaysia dan sedang menunggu penerbangan ke Beijing.

“Kami sudah mengklarifikasi identitas warganegara kami yang tewas itu kepada pihak Malaysia, tetapi Malaysia lebih percaya pada informasi yang disampaikan pihak negara ketiga. Ini tidak baik,” ujar Dubes An.

Penjelasan mengenai penggunaan gas kimia VX untuk menghabisi nyawa warganegara Korea Utara itu pun tidak bisa dipercaya.

Gas kimia VX sangat kuat dan sangat mematikan. Bagaimana mungkin “korban” bisa tewas sementara pihak yang mengusapkan gas itu tidak terganggu sama sekali.

    Bagikan

Komentar