Berita

Suasana sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi oleh penasihat hukum Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan, di PN Depok, Kamis, 8 April/RMOL

Hukum

Kicauan Syahganda Tidak Terbukti Buat Keonaran, Penasihat Hukum Dalam Pledoi: Syahganda Harus Dinyatakan Bebas

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 15:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kicauan Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, dalam akun Twitternya yang terkait aksi unjuk rasa menolak RUU omnibus law Cipta Kerja tidak dapat dibuktikan membuat keonaran.

Begitulah penasihat hukum Syahganda, Abdullah Alkatiri, membacakan pledoi atau nota pembelaan di dalam sidang ke-18 yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (8/4).

Alkatiri saat membacakan pledoi mengatakan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan Syahganda menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran telah terbantahkan dengan sendirinya oleh keterangan saksi lapangan.


Di mana, salah seorang saksi yang dihadirkan ialah bernama Andika Fahreza, yang merupakan tahanan Polda Metro Jaya karena mengikuti demo ricuh menolak RUU omnibus law Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020.

Alkatiri mengungkap, Andika dalam sidang lanjutan yang berlangsung pada 17 Februari 2021 yang lalu mengaku ikut demonstrasi karena terhasut tulisan omnibus law sampah di Instagram.

"Bahwa saksi juga tidak mengetahui ada postingan di Twitter dengan hastag omnibus law sampah pada hari itu, 8 Oktober 2020," ucap Alkatiri.

Justru, Alkatiri mengutip keterangan Andika yang menjelaskan aksi ricuh menolak RUU omnibus law Cipta Kerja disebabkan oleh kelompok organisasi preman bernama ANARKO, sebagaimana yang diterangkan oleh pihak Badan Intelejen Negara (BIN).

"Saksi sepakat dengan keterangan pihak BIN, Wawan Purwanto pada acara di Trans 7 yang menerangkan bahwa yang melakukan chaos atau kerusuhan hingga melakukan pembakaran fasilitas negara bukanlah buruh maupun mahasiswa, akan tetapi kelompok organisasi preman yang bernama ANARKO," papar Alkatiri.

Dari keterangan saksi di atas, penasihat hukum menilai tuntutan Pasal 14 ayat 1 UU 1/1946 yang terkait penyebaran kabar bohong yang menimbulkan keonaran oleh JPU tidak berdasar.

Ditambah lagi, jika melihat rentang kejadian aksi ricuh dengan kicauan Syahganda di dalam akun Twitternya yang diposting setelah kejadian chaos di Jakarta.

Di mana, kicauan Syahganda yang berbunyi "Apa ini benar ya ada aksi? Saya ingin ikut aksi Selasa 13 Oktober (2020), meski pakai masker dan bawa face shield. Maklum sudah senior, sensitif terhadap Covid", itu disampaikan dua hari setelah aksi ricuh.

"Kami meminta kepada hakim untuk menyatakan terdakwa Syahganda terbebas dari hukuman, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum seketika mengeluarkan terdakwa Syahganda Nainggolan dari rumah tahanan setelah keputusan dibacakan," ucap Alkatiri.

"Serta, memulihkan hak dan nama baik terdakwa Syahganda Nainggolan dalam hal kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat," tandasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya