Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Survei KedaiKOPI: Novel Baswedan Hingga Febri Diansyah Jadi Tokoh Antikorupsi Paling Layak Jadi Presiden 2024

SENIN, 12 APRIL 2021 | 18:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak hanya politisi, tetapi publik juga menginginkan adanya tokoh atau aktifis antikorupsi untuk maju bertarung PIlpres 2024.

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis survei terbarunya terkait tokoh antikorupsi yang dinilai oleh publik paling layak menjadi presiden di 2024 mendatang.

Berdasarkan temuan KedaiKOPI, tokoh antikorupsi yang layak jadi presiden dan menempati urutan pertama yakni penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


Disusul mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan mantan Jubir KPK Febri Diansyah yang masuk tiga besar.

"Tokoh antikorupsi yang teratas justru Novel Baswedan dengan 27,1 persen, disusul Bambang Widjojanto 11,3 persen, Febri Diansyah 9,6 persen," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo saat memaparkan hasil surveinya secara virtual, Senin (12/4).

Selain itu, ada nama mantan Menteri ESDM Sudirman Said dengan perolehan 9 persen, lalu Ketua KPK Firli Bahuri dengan 8,8 persen, dan mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas 8,1 persen.

"Lalu ada Zainal Arifin Mukhtar 7,8 persen, Pak Agus Rahadrjo 6,7 persen, Bivitri Susanti 6,3 persen dan Abraham Samad 5,5 persen," pungkas Kunto.

Survei KedaiKOPI digelar pada periodisasi 29 Maret-4 April 2021. Survei ini menggunakan metodologi telesurvei atau wawancara via telfon di 34 provinsi di Indonesia dan melibatkan 1.260 responden.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya