KASUS HAMBALANG

Karena Prabowo dan Wiranto Masih Belum Bersih...

Jumat, 30 November 2012, 10:29 WIB | Laporan: Zulhidayat Siregar

prabowo-wiranto

Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) di mata kaum terpelajar, capres Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan capres Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal (Purn) Wiranto masih dianggap terkait dengan kasus pelanggaran HAM dan belum bisa dipercaya dalam memegang amanah.

Survei opini kaum cerdik cendekia yang melibatkan 223 responden dari kalangan pimpinan media, profesor, dan pensiunan jenderal yang memotret persepsi mereka terhadap tokoh-tokoh yang berpotensi menjadi kandidat capres-cawapres cukup menarik untuk dikuliti sebagai bagian pemetaan terhadap profil para kandidat yang bakal bertarung di arena Pilpres 2014. 

Survei yang digelar LSI dengan melibatkan total 24 tokoh nasional sebagai objek survei di antaranya; Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto dan Wiranto itu terungkap dua pensiunan jenderal yakni Wiranto dan Prabowo dianggap masih belum bersih terkait kasus pelanggaran HAM dan belum terlalu bisa dipercaya. 

Nama Wiranto dan Prabowo tidak muncul dalam survei tokoh yang diopinikan tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM.

Kuskridho Ambardi, salah seorang peneliti LSI yang ikut meramu hasil survei menjelaskan, mengapa nama Wiranto dan Prabowo tidak muncul dalam kategori tokoh yang diopinikan tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM lantaran keduanya di mata para responden dipersepsikan sebagai tokoh yang relatif tidak bersih terkait kasus pelanggaran HAM, karena diduga pernah terlibat kasus pelanggaran HAM di masa Orde Baru.

“Skor keduanya baik Prabowo maupun Wiranto berada di bawah 60. Sehingga keduanya direpresentasikan sebagai tokoh yang relatif tidak bersih terkait kasus pelanggaran HAM. Makanya dalam kategori capres tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM mereka tidak tercantum,” kata pria yang akrab disapa Dodi Ambardi ini, seperti dilansir Harian Rakyat Merdeka.

Sementara, lanjut Dodi, jenderal lainnya yang berpotensi maju di Pilpres 2014 seperti Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, Jenderal Pramono Edhie  Wibowo dan Jenderal (purn) Endrartono Sutarto namanya masih muncul. Masing-masing menempati urutan 15, 16, dan 17 dengan skor 67, 66 dan 66. “Mereka (Djoko, Pramono dan Endriartono) dianggap dan dipersepsikan oleh responden relatif bersih dari kasus HAM, makanya skornya di atas 60,” tambah Dodi.

Penilaian terhadap Prabowo dan Wiranto jeblok bukan hanya dari sisi penilaian terkait kasus pelanggaran HAM, untuk penilaian sebagai tokoh yang jujur, amanah atau bisa di percaya, Prabowo hanya berada di urutan paling buncit dengan skor 60, sedangkan Wiranto namanya tidak muncul.

“Sehingga Total kualitas personal Prabowo menempati 16 dengan Skor 61, lebih Jeblok dari tiga jenderal lain yakni Djoko, Pramono dan Endriartono yang berada di posisi 8, 11, 14. Sedangkan Wiranto namanya sama sekali tidak muncul dalam penilaian total kualitas,” katanya.   

Penilaian terhadap Prabowo dan Wiranto baru lumayan terdongkrak dalam tiga poin survei persepsi yakni; diopinikan tidak melakukan atau diopinikan melakukan KKN atau suap, mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan, dan dalam kategori mampu memimpin negara dan pemerintahan.

Menanggapi survei tersebut, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani,  menyatakan tidak percaya dengan hasil survei LSI. Alasannya, diterangkan Muzani, pertama hasil survei itu tidak mewakili suara masyarakat, sebab responden yang digunakan hanya bagian kecil dari elemen bangsa. “Nanti ada survei lagi dengan responden profesi tukang ojek, ketua RT, para lurah, ini kan sudah keluar dari kelaziman sebuah survei,” katanya.

Muzani juga ogah mengomentari terkait persepsi yang menempatkan jagonya sebagai tokoh pelanggar HAM. “Prabowo saja senyum-senyum doang menanggapinya,” tutupnya.

Ketua DPP Partai Hanura, Syarifuddin Suding, yang juga dikonfirmasi terkait survei tersebut mengatakan Wiranto sudah clear terkait masalah pelanggaran HAM. “Apakah Pak Wiranto terlibat dalam kasus dan masalah? Kan tidak. Beliau juga tidak pernah terlibat dalam skandal. Apakah sikap yang ditunjukan Pak Wiranto itu tidak jujur dan tidak amanah? Kan tidak juga,” katanya.

Dia meminta lembaga survey agar fair dalam menggelar survei. “Jangan menyesatkan masyarakat,” katanya. [zul]


Tag:

Kolom Komentar


loading