Jalan Ekspor Jagung Ke Malaysia Semakin Dekat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 29 Maret 2017, 17:46 WIB
Jalan Ekspor Jagung Ke Malaysia Semakin Dekat
Amran Sulaiman/net
rmol news logo Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Di kabupaten yang berada di ujung barat pulau Jawa ini, Amran melaksanakan Gerakan Tanam dan Panen Jagung Hibrida serta Inseminasi Buatan (IB) kerbau.

Amran bersama rombongan disambut dengan tarian topeng tani yang berkisah tentang kondisi para pemuda yang tadinya tidak mau bertani tapi kini menjadi bersemangat untuk bertani.

Panen dan tanam jagung hari ini dilaksanakan di areal seluas 120 hektar dengan produktivitas 6 ton per hektar. Untuk luasan panen, Kabupaten Pandeglang terus meningkat setiap tahun.

"Tahun 2015 seluas 3.800 hektar, tahun 2016 seluas 3.900 hektar atau naik 2 persen, sedangkan target 2017 ini seluas 9.000 hektar dengan membangun lahan tidur," ungkap Bupati Pandeglang, Irna Narulita

Sebelum memberi arahan dan dialog dengan warga, Amran memberikan bantuan untuk Kabupaten Pandeglang berupa benih kedelai 3.000 kg, benih padi hibrida 1.250 kg, benih jagung hibrida 2.850 kg, satu paket inseminasi buatan SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting), satu traktor roda dua, bibit cabai sejumlah 2000 pohon.

Dalam sambutannya, Amran sangat berharap Banten dapat menopang kebutuhan jagung nasional khususnya DKI Jakarta. Melihat masih banyak lahan yang tak termanfaatkan, seharusnya Provinsi Banten dapat mengembangkan 200 ribu hektar lahan jagung.  

"Kementerian Pertanian siap membantu benih jagung sampai 100 ribu hektar," jelas Amran.

Amran juga memberikan bantuan tambahan berupa 20 pompa serta 10 traktor roda dua, merealisasikan bantuan traktor yang sebelumnya dijanjikan kepada muslimat NU Pandeglang saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Muslimat NU yang dilaksanakan hari Minggu lalu (26/3).

Kata Amran, saat ini Malaysia siap menerima jagung dari Indonesia. Dengan melihat Indonesia yang mampu menurunkan impor jagung secara drastis (sekitar 3 juta ton) atau 66 persen, Malaysia siap mengimpor jagung dari Indonesia. Untuk harganya, Amran memastikan harga jagung pipil basah dapat terjaga di angka Rp 3.150/kg sesuai Permendag 63/2016.

Irna Narulita sendiri menyambut baik niat Kementerian Pertanian yang menambah luas tanam jagung seluas 3 juta ha untuk tahun ini. Dengan kondisi saat ini di mana Pandeglang menjadi lumbung padi untuk provinsi Banten, Irna optimis Pandeglang dapat membantu menyuseskan program premerintah tersebut. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA