Buwas Yakin Bisa Ekspor Usai Serap Beras Dan Jagung Petani

Senin, 21 Januari 2019, 20:26 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Buwas/Net

Bulog akan mengekspor beras ke sejumlah negara tetangga di pertengahan 2019 ini.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dalam acara rapat kerja jajaran  Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI, Senin (21/1).

Buwas memprediksi target tersebut akan berlangsung usai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

Selain dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta para pejabat Eselon I dan II, juga hadir manajemen dan para Direksi BUMN sektor Pertanian serta Kepala Dinas Dari sepuluh wilayah sentra padi.

"Makanya kita targetkan bulan Januari sampai April itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta," kata Buwas.

Menurutnya, alasan lain dari ekspor ini adalah soal kapasitas gudang bulog yang hanya menampung 3,6 juta ton. Kalau dipaksakan, maka hasilnya bisa merusak beras secara perlahan. Untuk itu, ekspor merupakan langkah tepat untuk efisiensi dan menjamin pengawasan.

"Jadi, untuk mengawasi kelebihan itu, saya bekerjasama dengan beberapa menteri, termasuk menteri pertanian kita harus berupaya ekspor beras ke beberapa negera. Sudah kita petakan dan  kita juga sudah membangun komunikasi, ternyata mereka juga membutuhkan beras," katanya.

Meski demikian, Buwas mengaku belum bisa menjelaskan secara detail berapa total eksport yang akan berlangsung nantinya. Kemungkinan besar, tahap awal yang akan dikirim sekitar kurang lebih 100 ribu ton.

"Kita lihat perkembanganya nanti. Yang pasti bagaimana caranya supaya petani tidak dirugikan. Artinya disaat gabah harganya tinggi petani juga harus bisa jual dengan nilai jual yang tinggi. Disaat panen raya harus kita serap. Intinya kita berprinsip petani harus untung dan jangan dirugikan," katanya.

Buwas juga menyatakan sangat hati-hati dalam menjalankan fungsi impor. Untuk komoditas jagung, ia menyampaikan Bulog mengimpor berdasarkan pesanan dan kebutuhan pengguna.

"Kami  tidak menjualnya dipasar bebas dan sangat selektif dalam pendistribusiannya. Bulog tidak ingin impor yang dilakukan merugikan petani jagung,” ujarnya.

Bulog juga disampaikan berkomitmen akan menyerap jagung petani disaat panen raya nanti.

Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Roem Kano, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Michael Wattimena, Wakil Ketua Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Fraksi PKB Daniel Johan dan sejumlah anggota dari perwakilan Provinsi lain. [ian]

Kolom Komentar


loading