Kantor & Mall Diminta Sediakan Parkir Sepeda

Jakarta Juga Bisa Contoh Belanda Lho...

Selasa, 03 Agustus 2010, 04:36 WIB
Jakarta, RMOL. Menjamurnya komunitas sepeda di Jakarta, membuat penyediaan lahan parkir sepeda menjadi kebutuhan baru masyarakat ibukota. Karena itu, pengelola pusat perkantoran atau perbelanjaan diimbau segera menyediakan lahan parkir sepeda.

Tingginya tingkat kemacetan di ruas jalan dan merebaknya ke­sadaran mengurangi polusi di Ja­karta, ditengarai sebagai titik awal bermunculannya komunitas sepeda. Jumlahnya pun kini men­capai ribuan, bahkan jutaan.

Jika demikian, lahan parkir tentu sa­ngat dibutuhkan oleh pe­ngendara sepeda yang bermaksud meng­hin­dari keterlambatan ke tempat tujuan akibat tumpukan ken­da­raan hampir di setiap ruas jalan ibukota.

“Kemacetan di Jakarta sudah kronis. Sehingga pengendara se­peda itu perlu diberikan apresiasi karena berdampak pada pengura­ngan kendaraan bermotor,” kata Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi di Jakarta, kemarin.

Jika hal tersebut tidak ditang­gapi dengan penyediaan lahan parkir, lanjutnya, dia khawatir, antusiasme warga bersepeda ini bisa memu­dar. Karena mereka kesulitan memarkir sepeda untuk melakukan aktifitasnya.

“Hal ini jangan sampai terjadi, apalagi sepeda merupakan kenda­raan yang bebas pencemaran ling­kungan. Bahkan, Gubernur DKI pernah menghimbau mal-mal dan pusat perbelanjaan untuk menyediakan lahan parkir sepe­da,” ujar Syahrul yang juga Ketua Komisi Sepeda Indonesia ini.

Pentingnya lahan parkir, sam­bungnya, terutama karena akan berdampak pada pengurangan jumlah kendaraan bermotor di ja­lan. Jalan sedikit akan meng­alami kelonggaran karena adanya pe­nambahan pengendara sepeda. Apalagi jika lahan parkir yang me­reka perlukan dilengkapi per­alatan pengamanan yang akan mem­buat pesepeda tak berpaling lagi ke angkutan kota mapun pribadi.

“Contoh saja Belanda, setiap lokasi parkir menyediakan slot untuk tempat berdiri sepeda dan batangan besi untuk meng­gem­bok badan sepeda. Kajian seperti ini masih dalam tahap pembentu­kan lokasi parkir yang ideal,” jelasnya.

Syahrul rupanya juga telah mem­prakarsai lahan parkir sepe­da di kantor Walikota Jakarta Se­la­tan. Namun, lahan parkir yang tersedia di kantornya itu masih bu­tuh sen­tuhan tangan untuk di­perba­harui bentuknya. Sebab ma­sih bersifat sementara. “Kita se­dang memper­baiki agar menjadi permanen. Le­taknya masih sama, hanya diper­baiki saja,” jelas Syahrul.

Sebelumnya, lanjut Syahrul, Pem­da DKI Jakarta telah mewa­jib­kan setiap bangunan perkan­to­ran yang hendak dibangun me­nyediakan lahan parkir sepeda. Pemprov DKI Jakarta telah be­ren­cana membuat aturan yang me­wajibkan bangunan perkantor­an atau pusat perbelanjaan me­nye­diakan lahan parkir sepeda.

“Saat ini peraturan tersebut masih dalam pembahasan di ting­kat provinsi. Melalui aturan tata ruang dan bangunan yang baru nantinya akan disediakan fasilitas bagi pesepeda,” ungkap pria asal Sumatera Barat itu.

Menanggapi akan adanya jalur sepeda yang bakal diterapkan di kawasannya, Jakarta Selatan, Syah­rul mengatakan, sedang da­lam proses. Pihaknya sedang me­lakukan pembicaraan dengan Di­nas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. “Pembicaraannya me­nyang­kut lokasi-lokasi mana saja yang akan dibangun jalur khusus sepeda,” katanya.

Dia menjelaskan, pemilihan lingkungan RT/RW untuk dibuat­kan jalur sepeda guna meman­cing animo masyarakat terhadap penggunaan sepeda di lingkung­an mereka.

Dalam pembangunan tersebut, pihaknya juga telah memasukkan dalam rancangan tata ruang 2010-2030. “Anggarannya sudah di­siap­kan. Semuanya tergantung pada Dinas Perhubungan. Jadi, bila mereka sudah putuskan wila­yah mana saja, baru akan kami bangun,” tuturnya.

Secara terpisah, Humas Blok M Plaza, Setio Widodo, meng­aku, pihaknya mulai memper­siapkan titik-titik atau lahan parkir sepeda.

Pemilihan lahan parkir untuk sepeda di Blok M Plaza, kata Setio, baik di luar maupun di da­lam area gedung masih dalam tahap perencanaan. Meski begitu, pihaknya berupaya mencari lo­kasi di dalam gedung. “Kita me­ren­canakan lahan parkir nantinya dapat menampung sebanyak 50 sepeda,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkap­kan Andreka, Humas Gandaria City Mall. Ia menuturkan, pihak­nya telah menyediakan lahan parkir di area pusat perbelanjaan baru tersebut. “Kami sudah apli­kasi, bukan hanya rencana. Tapi, saat ini belum difungsikan, kare­na Mall Gandaria City akan dibu­ka 5 Agustus nanti,” jelasnya.

Sementara, Reggy (31) seorang karyawan salah satu kantor di bilangan Gatot Subroto yang seti­ap kali menuju kantornya me­ngendarai sepeda, mengaku se­nang dengan wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tetapi dia mengingatkan agar ini bukan hanya sekadar wacana.

Saat ini, lanjutnya, pengendara sepeda semakin bertambah, baik dari dalam maupun luar Jakarta. “Harusnya, pemprov lebih peduli dengan keberadaan kami,” tan­dasnya.[RM]

Tag:

Kolom Komentar


loading