Anas Pertahankan Terpidana Korupsi, Siti Betul-betul Gemas

Selasa, 03 Agustus 2010, 07:36 WIB | Laporan:

Jakarta, RMOL. Partai-partai yang tetap mempertahankan kader yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dipastikan tidak akan dipilih lagi oleh masyarakat pada pemilihan umum 2014 mendatang.

"Ya. Kita lihat saja tahun 2014 nanti. Artinya kita tidak perlu memilih partai yang memang memayungi koruptor. Jangan kita pilih lagi di 2014," ujar Siti Zuhro.

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu di gedung DPR, Jakarta kemarin (Senin, 2/8) saat dimintai tanggapan atas anggota DPR dari Partai Demokrat, Asad Syam, yang saat ini jadi terpidana kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Listirik Tenaga Diesal, Sungai Bahar, Muaro Jambi.

"Saya juga kesal. Gemas saya. Saya kecewa. Karena berharap kepemimpinan baru lebih bagus, kok malah Andi Nurpati, koruptor ada disitu (Partai Demokrat)," tambah Siti.

Apakah itu berarti Partai Demokrat merupakan partai favorit Anda?

"Belum tentu. Tahun 2014 itu ceritanya bisa beda. Apalagi nanti kinerja di penghujung 2014 jelek," jawabnya. [zul]


Kolom Komentar